Jalin Kelindan Seks & Korupsi di Parlemen


DPR akhir-akhir ini tak hanya berurusan dengan politik tetapi juga seks. Sejatinya urusan pribadi, namun seks menjadi ranah publik karena dilakukan secara ‘terlarang’ oleh anggota DPR RI. Pasca-reformasi, DPR RI tak lekang dari pemberitaan seks terlarang. Ada yang salah?

Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, sempatkanlah berkunjung ke kantor wakil rakyat itu. Pilihlah berkunjung ke Parlemen di hari Jumat alias weekend. Mengapa hari Jumat? Karena di hari terakhir kerja itu, Anda dengan mudah menjumpai beberapa perempuan berparas cantik kerap berseliweran di sekitaran gedung Nusantara I, Nusantara II, dan Nusantara III.

Ilustrasi itu bukan untuk menjustifikasi tentang perilaku anggota Parlemen dengan perilaku seks mereka dikaitkan dengan perempuan cantik itu. Hanya saja, Parlemen memang menarik bagi banyak kalangan. Mulai dari calo anggaran, hingga perempuan yang berparas cantik itu.

Berita tentang anggota DPR yang tersangkut urusan seks bukan kali ini saja menimpa politikus Partai Demokrat Herman Khoiron. Setidaknya pasca-reformasi ini, parlemen kian terbuka bagi dunia luar. Hingga, urusan yang sangat privat pun menjadi konsumsi publik. Namun, kadang kala berita soal seks politisi ini tak lebih sebagai upaya intrik politik.

Lebih dari itu, karir tokoh politik bisa jatuh karena kasus atau hanya sekadar rumor tentang kehidupan seks pribadinya. Tidak sedikit contoh, politisi meredup sinarnya karena terkait dan dikaitkan-kaitkan kasus seks. Namun, ada pula politisi yang masih eksis meski dirumorkan kehidupan seks pribadinya. Tentunya seks di luar norma sosial.

Sebut saja sebelumnya ada perkara yang menyangkut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin yang diduga melakukan pemerkosaan kepada pegawai Sales Promotion Girl (SPG) saat Kongres Partai Demokrat, Mei 2010 lalu.

Selain itu kasus fenomenal politikus Partai Golkar yang juga anggota DPR Yahya Zaini dengan biduan Maria Eva. Peredaran video porno antar keduanya menjadi konsumsi publik.

Khawatir akan mempengaruhi citra partai, Partai Golkar bertindak sigap dengan melakukan pemecatan kepada Yahya Zaini. Padahal, Yahya yang kala itu sebagai Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Golkar disebut-sebut diplot sebagai Menteri Agama.

Di PDI Perjuangan juga muncul kasus serupa dengan dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu staf anggota DPR Desi Firdiyanti oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan Max Moein.

Badan Kehormatan pun sigap dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku termasuk korban. Pada akhirnya, PDI Perjuangan memecat Max Moein dari kursinya sebagai anggota DPR. Peristiwa ini terjadi pada 2008.

Di awal DPR 2009-2014 juga sempat mencuat pemberitaan ihwal dua anggota DPR yang satu partai melakukan pernikahan di saat salah satu pihak masih terikat perkawinan. Kedua anggota DPR tersebut Siti Mufatahah dan Adiyaman dari Fraksi Partai Demokrat.

Namun, akhirnya informasi tersebut meredup seiring klarifikasi keduanya yang menyebutkan telah melakukan pernikahan dan telah resmi bercerai dengan pasangan sebelumnya. Hingga kini, keduanya juga masih menjabat sebagai anggota DPR.

Di PPP mantan Menteri Perumahan Rakyat di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I Suharso Manoarfa harus rela melepaskan jabatannya karena urusan pribadinya diumbar ke publik tekait gugatan cerai istri pertamanya. Diduga, gugatan ini terkait Wakil Ketua Umum PPP ini melakukan praktik poligami.

Saat menjelang Pemilu 2009 lalu Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI) menyuarakan untuk menolak calon anggota legislatif yang melakukan dan pro terhadap perilaku poligami (beristri lebih dari satu). Dalam kajian SPI, poligami dapat berkorelasi dengan praktik korupsi dan menghambat jalannya proses demokratisasi.

Menurut Koordinator Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI), Yenny Rosa Damayanti, bila laki-laki berpoligami, dengan sendirinya kebutuhan untuk menafkahi pasangan lebih dari satu juga meningkat. Dengan kondisi ini, sambung Yenni, bagi laki-laki melakukan berbagai hal untuk mencukupi kebutuhan akan dilakukan. “Jadi poligami memperpendek jalan ke korupsi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s