BI Musnahkan Rp 1,659 Triliun Uang Lusuh


Bank Indonesia Cabang Bengkulu sejak 2009 hingga Oktober 2011 memusnahkan sebanyak Rp1,659 triliun uang kertas yang lusuh maupun sudah ditarik dari peredaran untuk meminimalkan peredaran alat pembayaran yang tidak layak edar lagi.

“Sejak 2009 sampai Oktober 2011 jumlah uang yang sudah kami musnahkan sebanyak Rp1,659 triliun dengan rincian jumlah uang lusuh pada 2009 sebanyak Rp184,7 miliar dan uang yang ditarik dari peredaran sebanyak Rp190,7miliar,” kata Pemimpin Bank Indonesia Cabang Bengkulu Causa Iman Karana, Kamis.

Ia mengatakan, pada 2010 BI Cabang Bengkulu memusnahkan sebanyak Rp411,3 miliar uang lusuh dan Rp412,5 miliar uang yang ditarik dari peredaran, sedangkan hingga Oktober 2011 uang yang dimusnahkan terdiri dari 460 miliar uang lusuh dan 198 juta uang yang ditarik dari peredaran.

“Uang yang diracik yakni uang yang masih berlaku namun tidak layak edar lagi dan uang yang tidak berlaku lagi sehingga harus ditarik dari peredaran,” katanya.

Program pemusnahan atau peracikan uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia Cabang Bengkulu tersebut bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penyediaan jumlah uang kertas dalam jumlah yang cukup dan kondisinya bagus.

“Peracikan uang kami lakukan setiap dua kali seminggu apabila jumlah uang lusuh maupun yang ditarik dari peredaran sudah mencapai 300.000 lembar dengan tujuan agar uang yang beredar di masyarakat selalu dalam keadaan baik,” katanya.

Uang lusuh yang terbanyak dimusnahkan yakni jenis pecahan Rp1.000 dan Rp2.000. Setiap pemusnahan uang lusuh jumlah kedua jenis uang pecahan tersebut mencapai 30 persen sebab paling banyak digunakan oleh warga dalam transaksi jual beli sehingga daya tahannya pun tidak lama.

Alat yang digunakan untuk memusnahkan uang lusuh di Bengkulu didatangkan dari Belanda dan pengerjaannya hanya melibatkan tiga orang petugas serta menggunakan sistem pengamanan melalui kamera CCTV.

Uang yang telah dimusnahkan menggunakan mesin peracik tersebut berbentuk potongan-potongan kecil yang langsung dicetak berbentuk silinder dan selanjutnya akan dibakar.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat di Bengkulu dalam merawat uang semakin meningkat. Masyarakat biasanya menukarkan uang lusuh dan tidak layak lagi ke BI atau mobil kas keliling yang secara reguler hadir di setiap daerah untuk menarik uang dari masyarakat yang dipandang perlu untuk diracik.

Ia berharap agar uang lusuh yang beredar di masyarakat dapat diminimalkan, mereka hendaknya dapat merawat uang kertas dengan tidak melipat, meremas, mencoret dan sebagainya sehingga menyebabkan alat pembayaran tersebut menjadi tidak baik lagi keadaannya.

2 thoughts on “BI Musnahkan Rp 1,659 Triliun Uang Lusuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s